Bosan Kebosanan

Bagikan ya :

Kadangkala semua orang hidup di dunia saat ini yang bergerak kian cepat melampaui batas pernah merasakan persaan bosan, kalo bahasa jawanya bete/boring ┌(_o_)┐
Okay... Kenapa kita bisa bosan?

Sabar dulu (•ˆ⌣ˆ‎​​​​•)
Admin mau cerita dulu nih, dahulu kala nenek moyang primitif kita menjelaskan bahwa hidup adalah perjuangan tiada henti yang memerlukan kerja tiada henti untuk berburu mendapatkan makanan dan tempat berlindung. Jika ada waktu luang, biasanya digunakan untuk melakukan ritual yang akan memberikan arti pada kehidupan yang sulit seperti ini.

Kemudian, selama ribuan tahun peradaban, kehidupan sedikit demi sedikit menjadi lebih mudah bagi kebanyakan orang dan bersamaan dengan itu mereka memiliki lebih banyak waktu luang. Dalam saat-saat seperti itu, mereka tidak perlu mengerjakan ladang ataupun mengkhawatirkan musuh-musuh atau cuaca. Hanya waktu yang luas untuk diisi dengan cara apapun, mendadak sebuah emosi/perasaan baru lahir ke dunia saat ini, yaitu KEBOSANAN.

Dalam pekerjaan atau kegiatan, pikiran akan dipenuhi dengan berbagai tugas yang harus diselesaikan. Tetapi ketika sendirian di rumah, waktu luang ini akan membuat pikiran mengembara ke manapun yang ia mau. Dihadapkan dengan kebebasan seperti itu, pikiran cenderung gelisah memikirkan mengenai masa depan, masalah-masalah dan bahaya ketakutan yang mungkin terjadi.

Waktu luang seperti itu sedikit menggaungkan kekosongan abadi dari kematian itu sendiri. Sehingga dari perasaan baru yang belum pernah dirasakan nenek moyang kita ini, maka masyarakat saat ini selalu dihantui oleh keinginan melarikan diri dari kebosanan dengan cara apapun dan mengalihkan dari kegelisahan-kegelisahan saat ini.

Alat untuk mengalihkan kita dari kegelisahan tersebut adalah berbagai bentuk huburan umum, televisi, narkoba, minuman keras dan kegiatan sosial. Tetapi pengalihan seperti itu memiliki efek seperti narkoba, cepat hilang. Kita membutuhkan pengalihan yang baru dan lebih cepat agar kita lebih bahagia dan mengalihkan kita dari kenyataan hidup yang kejam dan kebosanan yang perlahan menyerang.

Seluruh peradaban Roma kuno hampir runtuh karena beratnya kebutuhan dan perasaan baru ini. Perekonomian mereka menjadi terikat kepada terciptanya kemewahan dan hiburan baru. Dulu perasaan ini hanya terjadi pada kalangan atas, tetapi saat ini hampir semua lapisan bisa menglami perasaan baru ini.
Fiuuhhh, Panjang juga nih artikelanya ...

Baca juga:
10 Kebaikan Saat Kamu Tersenyum
Buat apa sih berbuat kebaikan?
Arsip (kumpulan semua artikel veromons)

Bagikan ya :